Pelajaran Berharga Bernama Share.inc

Setahun yang lalu, tepatnya di tanggal 24 Agustus 2017, saya dan seorang teman bernama Nandha mengambil keputusan yang cukup besar dalam hidup kami. Kami, dua orang pemuda Solo di bawah umur 25, mencoba untuk membuat satu sharing platform mengenai brand dan digital. Semua berawal dari keresahan. Resah karena di Solo kami cukup sulit menemukan platform seperti yang kami inginkan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan untuk membuat sendiri platform yang kami inginkan. 


24 Agustus 2017, Share.inc pertama kali diadakan di East.co, Kalitan, Solo. Nama Share.inc dipilih untuk merepresentasikan semangat berbagi. It’s a sharing session. It’s free. It’s open for anyone.

Share.inc edisi perdana


We understand the importance of sharing.It is not about who teach who.It is not about who know more.It is about sharing, giving and making connection.

Begitu kira-kira semangat yang ingin kami sampaikan melalui Share.inc.

Time flew really fast, dan tanpa disadari, Share.inc sudah berjalan selama setahun penuh. 26 Agustus 2018 kemarin Share.inc ke-10 diadakan di Muara (Share.inc sempat off dua kali karena libur akhir tahun dan lebaran), sekaligus menandai satu tahun perjalanan Share.inc. Selama setahun ini mencoba untuk menjaga konsistensi Share.inc, saya mendapatkan beberapa pelajaran yang rasanya amat sangat berharga.


1. Sometimes you just gotta do it.

Kadang terlalu banyak plan itu kurang baik. Bukan bermaksud menganggap rencana dan pertimbangan itu enggak penting, tapi untuk beberapa kasus (terutama yang eksperimental), trial and error akan lebih efektif ketimbang perencanaan yang enggak ada habisnya. Proses perencanaan Share.inc terbilang amat singkat. Enggak ada riset pasar atau interest audience. Enggak ada studi banding ke acara serupa sebelumnya. Waktu itu saya dan teman saya sudah merasa perlu untuk menyegerakan adanya Share.inc. Tapi, ada satu masalah saat itu, kami enggak tahu harus mengadakan Share.inc di mana. Kami juga sama sekali enggak punya resources untuk pinjam sound system dan peralatan lainnya. Jika dilihat dari aspek perencanaan, jelas ini sangat jauh dari kata ideal.

Waktu itu kami pure berbekal kenekatan dan keyakinan bahwa ini harus dilakukan. Tak lama setelah itu, salah satu teman saya bernama Farkhan, pemilik kedai kopi East.co, bilang bahwa dia punya keinginan untuk bikin acara di East.co tapi enggak ada ide untuk acaranya. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Langsung saya terangkan konsep tentang Share.inc ke Farkhan. Venue acara sudah didapatkan. Tinggal masalah sound system dan properti lainnya yang perlu dipersiapkan. Bukan masalah yang kecil, karena biaya untuk sewa sound system pun enggak kecil, sedangkan kami bergerak dengan modal sendiri. Beruntung, di hari H kami mendapatkan bantuan dari Muara untuk sound system.

Masalah yang terakhir adalah, kami tidak tahu apakah kira-kira ada orang yang akan datang atau tidak di Share.inc perdana ini. Saking cemasnya, saya pernah berujar ke Nandha, “Kalau ini eenggak ada yang datang, bulan depan kita enggak usah bikin lagi. At least kita udah pernah nyoba dan tahu hasilnya”. 3 hari sebelum Share.inc, rasanya deg-degan setengah mati. Was-was, cemas, kalau minim peminat bagaimana. Total kurang lebih 54 orang hadir di Share.inc perdana kala itu. Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata.

2. Rejeki itu enggak selalu harus dalam bentuk materi.

Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan seputar Share.inc adalah, “Share.inc kan gratis nih, terus kamu ama StudiBrand.inc dapat apa, dong? Enggak rugi?”

Oke, ini pertanyaan yang amat sangat wajar, sih. Pertama, kami menjalankan Share.inc dengan modal sendiri (enggak ada sponsor). Kedua, kami tidak menarik biaya apapun dari peserta yang datang. Karena kami percaya, sharing itu seharusnya gratis. Dihitung secara matematis dari segi manapun, jelas Share.inc ini enggak memberikan kami keuntungan materi apapun. Tapi, rejeki itu enggak harus dalam bentuk materi, kan? Rejeki bisa hadir dalam bentuk kenalan baru, pengalaman baru, atau hal-hal imateril lainnya. Yang paling tidak ternilai adalah ketika ada orang yang berterima kasih atas materi yang sudah kami sampaikan di Share.inc. Rasanya lebih menyenangkan daripada menghitung keuntungan di akhir bulan.

3. Niat baik, pasti akan diberikan jalan.

Oke, perlu diakui ini amat sangat klise. Tapi apa yang kami alami adalah bukti soal premis ini. Kami memulai Share.inc tanpa bekal yang cukup. Mungkin malah bisa dikatakan amat sangat kurang. Tidak punya properti, tidak punya lokasi, tidak punya nama, dan berbagai kekurangan lainnya. Meski begitu, rasanya semua permasalahan dan kekurangan itu terpecahkan melalui jalan-jalan yang tak terduga. Kerjasama dengan East.co yang sama sekali tidak ribet. Hanya melalui dua kali obrolan ringan, saya dan pemilik East.co berakad untuk mengadakan Share.inc di East.co. Permasalahan sound system terpecahkan dengan mendapatkan pinjaman dari Muara. Lagi-lagi proses pinjam-meminjam ini sama sekali tidak melalui proses yang ribet. Hanya melalui beberapa obrolan dan chat whatsapp, kami mendapatkan pinjaman sound system. Sejak itu, saya percaya bahwa niat baik pasti akan diberikan jalan, yang kadang jauh dari logika berfikir manusia.

4. Konsistensi itu tantangan tersendiri.

Starting something is hard, but consistency is the real challenge.


Memulai itu memang berat. Banyak hal yang membuat memulai itu berat. Rasa takut, ketidaktahuan harus memulai dari mana, dan berbagai ketidakjelasan lainnya. Namun rupanya konsistensi itu jauh lebih berat ketimbang memulai. Setelah Share.inc edisi ketiga dilaksanakan, saya dan Nandha mulai merasakan kesulitan untuk mempersiapkan Share.inc keempat. Kesulitan untuk mencari lokasi yang mau bekerjasama dengan kami. Kesulitan untuk mencari topik yang menarik dan mempersiapkan materi yang berkualitas. Semua proses persiapan Share.inc mulai terasa begitu berat dan merepotkan. Di sini saya sadar bahwa menjadi konsisten membutuhkan mental dan resources yang jauh lebih besar ketimbang memulai sesuatu. Karena pada akhirnya, konsistensilah yang menjadi bukti seberapa besar perjuangan serta kemauan kita dalam berbuat sesuatu.

Semoga, Share.inc bisa terus menjadi sharing platform yang berguna bagi banyak pihak.
Semoga, Share.inc bisa berkembang menjadi lebih baik dan mendatangkan narasumber-narasumber terbaik untuk berbagi mengenai brand dan digital.

Melalui post ini, saya pribadi ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu Share.inc selama ini. Tanpa East.co, Muara, SeRuang, Conejo Solo, Jack Star, Hello Solo, Iki Kopi, Dilo Solo, Apiary, Dwipo, dan masih banyak pihak lainnya, Share.inc mungkin tidak akan bisa bertahan sejauh ini.

Thank you.