Value & Function

Cukup banyak orang yang merasa tidak puas dengan apa yang dikerjakan. Atau mungkin merasa tidak berkembang dan hanya stuck di situ-situ aja. Ada juga yang merasa dirinya tidak bisa menjadi dirinya sendiri di tempat dia berpijak, misalnya: kantor, lingkungan pertemanan, komunitas, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah, kenapa? Tentu saja pertanyaan ini bisa dijawab oleh berbagai kemungkinan. Proponen yang bermain dan terlibat di dalamnya tidak bisa dibilang sedikit. Menurut pengalaman saya pribadi, ada satu hal yang mungkin menjadi penyebabnya, yaitu gagal membedakan value & function.

Mari mulai dengan mengenali apa itu value dan function. Value adalah nilai dasar yang menjadi poros kita dalam menjalani kehidupan yang serba dinamis ini. Ibarat satu wahana komidi putar, value adalah porosnya. Poros yang menjadi tumpuan dalam segala proses. Darimana value kita dapatkan? Semenjak kecil, secara disadari atau tidak, kita sudah memiliki value. Seiring dengan pendewasaan, value itu mengalami perkembangan dan penyesuaian. Bisa dari lingkungan sosial, keluarga, kepercayaan atau hal lainnya. Singkatnya, value adalah acuan dasar kita dalam menjalani kehidupan. Ask yourself, what drives you?

Oke, value adalah dasarnya, lantas bagaimana dengan function? Merujuk pada terjemahannya, function adalah fungsi. Fungsi kita sebagai manusia atau makhlus sosial di dunia ini. Satu individu bisa saja memiliki beberapa fungsi. Fungsi di rumah, di kantor, dan di lingkungan sosial. Seorang ayah yang bekerja sebagai manager dan pak RT otomatis memiliki tiga fungsi berbeda. Rasanya setiap individu setidaknya memiliki beberapa fungsi di dalam perjalanan hidupnya.

Memiliki beberapa fungsi yang berbeda, tidak berarti kita harus memiliki beberapa value yang berbeda untuk masing-masing fungsi. Idealnya, value menjadi dasar utama dalam menjalankan beberapa fungsi yang kita punya, tidak sebaliknya. Ketika kita terpaksa meniadakan atau mengubah value demi satu fungsi, di situlah momen di mana kita biasanya merasa tidak nyaman. Merasa tidak puas dengan apa yang dikerjakan, merasa tidak nyaman dengan lingkungan, atau merasa tidak menjadi diri sendiri. Apakah mungkin menggunakan value yang sama dalam fungsi yang berbeda. Bisa, dengan usaha tentunya.

Pertama, dengan value yang kuat, kita punya kompas yang akurat dalam menentukan fungsi yang akan kita ambil. Atau di mana kita akan melakukan fungsi itu. Misal kita akan bekerja di perusahaan mana, bergaul dengan teman seperti apa, dan sebagainya. Kompas bernama value ini akan menjadi parameter kita dalam menentukan keputusan terkait fungsi. Sederhananya, kita tidak akan merasa nyaman melakukan fungsi di lingkungan yang memiliki value yang jauh berbeda dengan kita. Penjelasan sederhananya seperti itu.

Kedua, kita bisa memanifestasikan value ke dalam masing-masing fungsi. Sehingga kita bisa menikmati setiap fungsi yang ada. Oke, perlu digarisbawahi bahwa masing-masing fungsi pasti punya kadar nikmatnya sendiri-sendiri. Fungsi dalam pergaulan sosial tentu akan terasa lebih nikmat tanpa tekanan dibanding fungsi sebagai manager di kantor. Tapi jika kita berhasil memanifestasikan value ke dalam fungsi yang kita punya, di situlah kita akan mulai merasa enjoy dalam menjalani hari.

Terkesan klise? Mungkin. Tapi saya pribadi pernah merasakannya. Ada satu dari beberapa fungsi yang sama sekali jauh dari value yang saya punya. Rasanya tiap hari tertekan, berat, tidak bahagia. Hingga akhirnya setelah dibantu beberapa kolega, saya tersadarkan bahwa masalah utamanya adalah di value. Ada satu fungsi yang menggerus value saya. Lantas, apakah solusinya adalah berhenti dari fungsi tersebut? Belum tentu. Di kasus saya, solusinya cukup mengubah mindset dalam menjalankan fungsi. Value yang saya punya kembali saya jadikan fondasi utama, tidak seperti sebelumnya, di mana value ini justru saya tinggalkan dalam menjalankan fungsi. Memang tidak mudah dan butuh waktu, tapi efeknya terasa cukup instan. Begitu saya menggeser sedikit mindset, fungsi yang selama ini terasa menjadi beban, mulai terlihat bersahabat dan menyenangkan.

Mungkin di titik ini, kalian akan bertanya,”Bagaimana cara menemukan value?” Mungkin nanti akan dibahas di tulisan lainnya. Tulisan ini sudah terasa terlalu panjang. Semoga bermanfaat.