You’re Not Losing, You’re Growing

Ketika waktu terus berjalan, matahari dan bulan bergantian hadir, tanggal berganti, di saat itulah kita bisa merasakan kehilangan. Tak perlu tentang sesuatu yang besar. Sesederhana merasa kehilangan waktu atau kesempatan. 

Kapan terakhir kali kita bangun di pagi hari dan merasa sudah kehilangan ‘kemarin’?

Kapan terakhir kali kita merasa menyesal karena kehilangan kesempatan yang datang menghampiri? Bagaimana jika kita bisa mengulang waktu? Atau setidaknya tahu seberapa banyak waktu yang masih kita miliki? Apakah kita menjadi lebih berhati-hati dalam memaknai kehilangan?

Waktu memang terbatas, meski kita tidak tahu di mana akhirnya, itu yang membuat kita sering sedih karena kehilangan.

Bukankah kehilangan itu tentang bagaimana kita melihat dan menilai apa yang tak kita dapatkan? Sepertinya menarik untuk mengubah perspektif kehilangan ke dalam spektrum yang lebih positif.

Ketimbang merasa kehilangan waktu, kesempatan, teman, pekerjaan, klien, uang dan berbagai macam hal lainnya, apakah tidak lebih baik melihatnya sebagai sebuah proses?

Ketimbang merasa kehilangan waktu, bukankah lebih baik kita anggap waktu yang sudah terlewat adalah investasi kita dalam mengembangkan diri.

Ketimbang merasa kehilangan klien, bukankah lebih baik kita anggap ini saatnya mencari klien yang lebih baik.
Ketimbang merasa kehilangan kesempatan, bukankah lebih baik kita anggap ini sebagai waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri.
Ketimbang merasa kehilangan teman, bukankah lebih baik kita anggap ini sebagai fase yang tepat untuk lebih fokus ke diri sendiri?

You’re not losing, you’re growing.
You’re not losing, you’re investing time, effort and opportunity to be a better version of yourself.
You’re not losing, you’re having a long journey to your dreamland.
You’re not losing, you’re taking a process to a better future.
You’re not losing, you’re paying the price to live a wonderful life.

Repeat after me, “I’m not losing, I’m growing.”